Selasa, 26 Februari 2019

DRAMAPMI


PMI

    DiSaat perang suasana hiruk-piruk warga sipil yang bingung dan ketakutan,disela-sela desingan peluru dan dentuman mortir.Beberapa warga terluka merintih kesakitan,dan mengerang kesakitan.
Warga Sipil:”Tolong....tolong....Tolonglah saya!!”[Seseorang merintih dan memohon pertolongan.Beberapa tentara berlarian dan tiba tiba]
Komandan”Tiarap!![Terdengar suara ledakan mortar bertubi tubi disekitar wilayah yang dilewati oleh pasukan itu].”
Komandan:”Awas musuh ada di sisi sebelah selatan.....Sersan lakukan strategi srigunting!!”
Sersan:”Siap laksanakan!!”[Bergerak kesebelah utara dan menyusun strategi yang telah diinstruksikan].

   Sementara itu,para petugas PMI terus bergerak,merayap,dan mencoba menyelamatkan korban perang.
Koordinator PMI:”Dengarkan baik baik!!Tampaknya ada korban yang terluka disebelah rumah itu.Mari kita segera kesana.
Anggota PMI:”Mari pak mari.”
Setelah mendekat kearah sumber suara itu ternyata ada anak yang masi selamat.
Anggota PMI:”Lihatlah pak satu keluarga sudah tiada tinggal anak ini yang masih selamat dan iapun telah kehilangn lengankirinya.”
Koordinator PMI:”Tolong anak ini segera kebawa kepusat komando.Sediakan tandu!!Jangan sampai terlambat jiwanya harus segera diselamatkan.Ia sudah banyak kehilangan darah.”
Anggota PMI:”Tapi pak pertempuran diluar sana masih mengerikan .Bagaimana kita bisa melewati itu dengan cepat??”
Koordinator PMI:”Suadah jangan banyak berkomentar.Segera bawa anak itu atau kita akan menyesal nanti.!”
Anggota PMI:”Baiklah pak”

 Komandan:[ Melihat para petugas kemanusiaan itu yang terjebak dalam arena perang.Ia segera mengeluarkan perintah.]”Kopral bawa beberapa anak buahmu!!Lindungi para  petugas kemanusiaan dan bawa segera keluar dari arena pertempuran.”
Kopral:”Siap pak.”[Sambil memberi hormat ia pun lalu pergi dan bergerak sesuai dengan perintah]

    Begitulah suasana di medan pertempuran.Perang tidak lagi mengenal kemanusiaan.Tapi bagi relawan kemanusiaan ia hadir untuk menjalankan misi mulia,yakni menolong sesama anak manusia,menolong siapa saja yang terluka .Ia tak pedulisiapa lawan siapa kawan.Mereka hanya memandang jika diri mereka sama.

Rabu, 20 Februari 2019

DRAMATEKS

HAI MINNA



REALITA TAK SEMANIS EKSPETASI
BAB 1 RENCANA
Disuatu sekolah ada 6 anak bernama Yere,Yuan,Dio,Askur,Alex,dan Hervan mereka adalah sahabat
Yang amat akrab yang sedang duduk berkumpul di halaman sekolah yang mereka tempati.

Yere: Hai...[sambil melambaikan tangan]
Yuan,Hervan,Dio,AlexAskur:Hai..[Balas mereka]
Yere:Lagi pada ngapain??
Askur:Lagi ngebahas tugas nih.
Yere:Owh...
Alex:Lu udah Yer??
Yere:Ya jelas.
Dio:Udah??
Yere:Blum.Hehe.
Yuan:Kirain udah.[Sambil menghela nafas]
Alex:Ntar sepulang sekolah kita ngerjain barengan yuk??
Semua:Okee....
Yere:Dirumah Yuan yak??
Semua :Oke..
BAB 2 TERJADI
Mereka pun sepakat untuk mengerjakan tugas di rumah Yuan.
Yuan:Ehh...Kurang Yere nih gimana??
Alex:Gimana yak??
Notif pesan dari Hp Alex pun berbunyi.Alex pun membaca pesannya.
Alex:Ehh..Yere katanya agak telat nih.Katanya tunggu aja.
Yuan:Oke.
Hervan :Lanjutin aja gih lama ntar jadinya.
Dio:Oke.
Mereka pun meninggalkan yere.
Beberapa menit kemudian Yere pun datang.
Yere :Hai..
Semua:Hai..
Yere loh ko aku ditinggal.
Alex :Abisnya lu lama sih.
Yere:Maaf.Ada acara mendadak tadi.
Askur.Halah..Alesan.Pergi sana gih.[Dengan nada marah]
Yere:Ya udah aku pergi.
Yuan:Jangan Yer..
Yere:Gapapa ko.
Yere pun pergi dari sana.
BAB 3 KEKECEWAAN
Paginya mereka pergi kehalaman sekolah.Dan saat itu Yere blum datang ketempat berkumpul mereka.
Yuan:”Hai teman teman.”[Sambil melambaikan tangan}
Kawan kawan:”Hai.”
Yuan:”Lagi pada ngapain nih.”
Alex:”Nih lagi bahas tugas yang kemaren.”
Yuan:”Owh.”
Askhur:”Emang lu udah Yu??”
Yuan:”Blum sih.”
Yuan:”Eh..ko Yere ga kumpul sih??”
Askur:”Biarin aja paling dia lagi ngambek.”
Dio:”Jangan gitu lah.”
Dan Yere pun datang.
Yere:”Hai teman teman.{sambil melambaikan tangan}
Teman teman:”Hai.”
Askur:”Ngapain lu kesini.”[Dengan nada emosi]
Yere:”Lah emangnya ga boleh?”[Dengan sedikit nada emosi]
Askhur:”Pergi gih.”
Yere:”Lu ngajak berantem.”
Yuan:”Udah ga usah dilanjutin.”[yuan berniat untuk melerai]
  Dan terjadilah baku hantam antara Askhur dan Yere.Teman teman berniat untuk melerai dan beberapa menit kemudian mereka pun berhenti berkelahi.
Alex:”Ehh..kalian tuhkek anak kecil sih.”
Yuan:”Iyak kita kan udh lumayan lama kenal ko karena gitu aja kalian berantem.”
Dio:”Maafan gih!!”
Hervan:”Ayok maafan.”
Yere:”Maafin aku yak kur.”
Askhur:”Aku yang salah ko.”
Alex:”Nah gitu dong.”
Akhirnya mereka kembali seperti semula lagi.