PMI
DiSaat perang suasana hiruk-piruk warga
sipil yang bingung dan ketakutan,disela-sela desingan peluru dan dentuman
mortir.Beberapa warga terluka merintih kesakitan,dan mengerang kesakitan.
Warga
Sipil:”Tolong....tolong....Tolonglah saya!!”[Seseorang merintih dan memohon
pertolongan.Beberapa tentara berlarian dan tiba tiba]
Komandan”Tiarap!![Terdengar
suara ledakan mortar bertubi tubi disekitar wilayah yang dilewati oleh pasukan
itu].”
Komandan:”Awas
musuh ada di sisi sebelah selatan.....Sersan lakukan strategi srigunting!!”
Sersan:”Siap
laksanakan!!”[Bergerak kesebelah utara dan menyusun strategi yang telah
diinstruksikan].
Sementara itu,para petugas PMI terus
bergerak,merayap,dan mencoba menyelamatkan korban perang.
Koordinator
PMI:”Dengarkan baik baik!!Tampaknya ada korban yang terluka disebelah rumah
itu.Mari kita segera kesana.
Anggota
PMI:”Mari pak mari.”
Setelah
mendekat kearah sumber suara itu ternyata ada anak yang masi selamat.
Anggota
PMI:”Lihatlah pak satu keluarga sudah tiada tinggal anak ini yang masih selamat
dan iapun telah kehilangn lengankirinya.”
Koordinator
PMI:”Tolong anak ini segera kebawa kepusat komando.Sediakan tandu!!Jangan
sampai terlambat jiwanya harus segera diselamatkan.Ia sudah banyak kehilangan
darah.”
Anggota
PMI:”Tapi pak pertempuran diluar sana masih mengerikan .Bagaimana kita bisa
melewati itu dengan cepat??”
Koordinator
PMI:”Suadah jangan banyak berkomentar.Segera bawa anak itu atau kita akan
menyesal nanti.!”
Anggota
PMI:”Baiklah pak”
Komandan:[ Melihat para petugas kemanusiaan
itu yang terjebak dalam arena perang.Ia segera mengeluarkan perintah.]”Kopral
bawa beberapa anak buahmu!!Lindungi para petugas kemanusiaan dan bawa segera keluar
dari arena pertempuran.”
Kopral:”Siap
pak.”[Sambil memberi hormat ia pun lalu pergi dan bergerak sesuai dengan
perintah]
Begitulah suasana di medan
pertempuran.Perang tidak lagi mengenal kemanusiaan.Tapi bagi relawan
kemanusiaan ia hadir untuk menjalankan misi mulia,yakni menolong sesama anak
manusia,menolong siapa saja yang terluka .Ia tak pedulisiapa lawan siapa
kawan.Mereka hanya memandang jika diri mereka sama.